Investor Asing Pacu Bank Syariah

Investor Asing Pacu Bank Syariah

Yogie Respati

Insentif khusus akan lebih mendorong pertumbuhan bank syariah

JAKARTA — Revisi UU Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang menghapuskan pajak ganda akan dapat mendatangkan investor baru bagi industri perbankan syariah. Prospek masuknya investor baru ini juga akan dapat mendorong bank syariah yang sudah ada memacu kinerjanya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, meyakini pertumbuhan industri perbankan syariah di 2010 akan lebih tinggu dari tahun sebelumnya. ”Prospek masuknya pemain baru diperkirakan mendorong bank syariah existing untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas dengan menyuntikkan modal baru dan memperluas jaringan kantornya,” kata Budi dalam seminar perbankan syariah BI, Senin (7/12).

Untuk mendukung perkembangan industri perbankan syariah, BI akan mendorong melalui arah kebijakan yang meliputi meningkatkan efisiensi operasional bank syariah dari revisi UU PPn, mengembangkan kualitas SDM, pengawasan perbankan syariah, dan memperkuat struktur permodalan.

”Saya yakin perbankan syariah Indonesia akan tetap mempertahankan laju pertumbuhannya, berperan dalam perkembangan ekonomi dan siap sebagai rekan bisnis potensial secara nasional dan internasional,” kata Budi.

Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan rata-rata industri perbankan syariah Indonesia di atas 32 persen. Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Ramzi A Zuhdi, mengatakan hingga tahun ini saja lembaga perbankan syariah bertambah 10 buah, dengan rincian tujuh bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS), satu bank umum syariah (BUS), dan dua unit usaha syariah (UUS). ”Hingga akhir Oktober industri perbankan syariah terdiri dari 6 BUS, 25 UUS dan 138 BPRS dengan total aset Rp 61,7 triliun,” kata Ramzi.

Direktur Utama BRI Syariah, Ventje Rahardjo, menilai, meskipun UU PPn bisa memberi gairah bagi industri perbankan syariah, namun tetap diperlukan insentif lain untuk memacu perkembangan industri lebih signifikan.

Ventje merekomendasikan adanya insentif temporer untuk mendorong perkembangan industri perbankan syariah. ”Insentif yang diperlukan seperti insentif pajak, rasio kecukupan modal lebih rendah, atau alokasi budget pemerintah dengan penempatan dana di bank syariah,” kata Ventje.

Dalam revisi UU PPn, lanjutnya, perbankan syariah memperoleh tax neutrality saja yang membuatnya sama dengan bank konvensional. Padahal, ungkap Ventje, nasabah selalu bertanya kelebihan yang dimiliki oleh bank syariah baik mengenai pricing yield yang lebih baik maupun margin pembiayaan yang lebih kompetitif dibanding bank konvensional.

”Kalau kondisi begini terus pertumbuhan bank syariah akan sangat terbatas karena tidak ada boost untuk dorong perkembangan. Perlu adanya insentif jika bank syariah dianggap suatu sistem perbankan yang perlu didorong,” kata Ventje.

Ia mencontohkan, pajak bank konvensional sebesar 20 persen sama dengan bank syariah. Insentif yang dapat diberikan misalnya adalah pajak bagi bank syariah hanya 10 persen. Insentif tersebut pun, tambahnya, hanya bersifat sementara. Jika keuntungan perbankan syariah melonjak, misalnya return on equity 20 persen, sejumlah keuntungan dapat diambil kembali pemerintah.

Deputi Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya E Siregar, mengakui insentif bagi perbankan syariah akan membuat pertumbuhan signifikan. ”Namun kita harus pilih insentif yang diperlukan dan kita akan mengundang para pelaku industri sekiranya mana yang bisa diterapkan,” kata Mulya.
Untuk tahun 2010, BI memiliki tiga skenario pertumbuhan perbankan syariah yaitu skenario pesimistis dengan pertumbuhan sebesar 21 persen, moderat 43 persen, dan optimistis 81 persen. Sementara untuk pertumbuhan pembiayaan, lanjut Mulya, akan tergantung pada sektor riil serta pertumbuhan kredit bank konvensional. ed: rahmad bh

Semakin Kencang

Walau ukurannya belum signifikan dibanding perbankan konvensional, namun perbankan syariah terus tumbuh pesat. Adanya sejumlah insentif pajak yang dapat memancing investor asing akan semakin menambah pesat perkembangan perbankan syariah. Pada 2009 perbankan syariah sempat melambat bersama perbankan konvensional. Dengan masuknya pemain asing, tahun 2010 dan seterusnya perbankan syariah diperkirakan tumbuh lebih cepat dari sebelumnya.

Perkembangan Perbankan Syariah

Aset (Rp triliun)      Pertumbuhan (persen)
2005                                  21.465 36,24
2006                                  27.618 22,07
2007                                  37.753 36,69
2008                                   51.248 35,74
Okt2009                            61.693 20,38
Sumber: BI

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: